RSS

Bandung Kota Grafiti

25 Sep

Kita mungkin  pernah merasa kesal ketika  dinding  tembok taman kota yang pada awalnya putih bersih,  besoknya sudah berubah menjadi tembok kotor oleh berbagai tulisan yang  tidak pernah kita pahamai maknanya.   Itulah  grafiti yang  seringkali dipandang sebagai bentuk pencarian  identitas  anak muda atau untuk sekedar menunjukkan eksistensi mereka. Di Bandung  era tahun 1980 an grafiti yang bertebaran di tembok-tembok kota sering yang  menuliskan nama  genk atau almamater sekolah, bahkan di WC-WC umum malah menulis nama sendiri dengan spidol untuk sekedar mengungkap rasa hatinya . 

Grafiti sederhana yang menonjolkan eksistensi  genk/sekolah   sering menjadi pemicu kekerasan antar anggota genk /sekolah.  Saking parahnya akibat ulah kelompok penulis grafiti ini,  Pemda Kota Bandung pernah mengerahkan pasukan pamong praja khusus untuk  mengatasi aksi mereka  dan  meminta bantuan  aparat kepolisian  karena dipandang sebagai aksi yang merusak.  Bahkan musisi Ian Antono melalui penyanyi rock asal Bandung Niki Astrea pernah menjuluki para penulis grafiti ini sebagai  “Tangan-tangan Setan”  sebagai salah satu judul lagunya.  Namun pengerahan pasukan pamongpraja dan kepolisian serta satire tersebut tidak pernah menyurutkan aksi-aksi kelompok untuk membuat graffiti di tembok-tempok terbuka.

Di kota Bandung ada beberapa nama yang gaungnya cukup membahana bahkan sampai ke ranah internasional. Beberapa adalah pionir-pionir graffiti di Bandung, sebagian lagi menggapai eksistensinya lewat skill dan konsistensi dalam karya.  Mereka antara lain The Yellow Dino, Mondayz, Tell Them, M.U.T.E., FAB Family, CikCuk, Demn. Diantara mereka lalu ada anak-anak baru yang entah mencoba peruntungannya dalam dunia seni jalanan ini atau bahkan dengan semangat  urbannya sungguh-sungguh ingin menancapkan kuku di scene graffiti. Untuk yang saya sebut terakhir ini adalah calon-calon regenerasi budaya urban yang memegang peranan penting dalam perkembangan graffiti kedepannya.

Seiring perkembangan zaman, rupanya graffiti tidak sekedar menuliskan nama kelompok  dengan alat tulis seadanya, namun juga dikemas dengan cara yang lebih artistik, sehingga  grafiti dipandang sebagai bentuk  kritik  terhadap kondisi , kebijakan  atau  dan struktur  kota yang tidak berpihak pada mereka.  Hal ini ditandai dengan terbentuknya berbagai organisasi penulis graffiti  dan menyatakan dirinya sebagai “Bomber”.  Beberapa kalangan malah menganggap graffiti adalah sebuah bentuk ekspresi seni rupa  dan tembok sebagai medianya.  Sudut pandang yang menganggap graffiti sebagai ekpresi seni maka grafiti adalah bagian dari dinamika kreativitas kaula muda Kota Bandung yang dapat menarik wisatawan. Hal ni ditandai dengan diperbolehkannya beberapa tembok untuk di”grafiti”kan oleh para bomber  seperti pada tiang Jembatan Pasopati atau tembok disepanjang Jalan Babakan Siliwangi. Dengan bentuk graffiti yang artistic  malah pemilik tembok  atau pemda enggan menghapusnya.  Suatu saat “Grafiti” yang “nyeni” malah dianggap sebagai daya tarik wisata baru kota Bandung.  Kenapa Tidak ?

Berikut adalah foto Grafiti yang tersebar di wilayah Bandung :

SLIDE GRAFITI BANDUNG

 
14 Comments

Posted by on September 25, 2010 in Sosial

 

Tags: , , , , , ,

14 responses to “Bandung Kota Grafiti

  1. ARifqi

    July 10, 2012 at 3:09 pm

    yaellah. .. dijakarta juga banyak

     
  2. ARifqi

    July 10, 2012 at 3:07 pm

    yaelah.. d jakarta juga banyak beett

     
  3. ARifqi

    July 10, 2012 at 3:06 pm

    yaelah. d jakarta juga banyak

     
  4. devol paser

    August 9, 2011 at 7:17 am

    kalau mau belajar bikin grafity… dmana yachhh sya bisa kursus

     
  5. Krisdinar

    August 7, 2011 at 9:15 am

    @ Reihan : memang seharusnya begitu yah

     
  6. reihan.tedy@yahoo.com

    August 6, 2011 at 7:01 am

    semua pasti ada tempatnya”..bg2 juga dengan seni…
    kalo seni dilakukan bukan pada temapatnya itu namanya bukan memperindah tapi malah memperburuk & merusak pemandangan

     
  7. ojo

    February 21, 2011 at 4:07 pm

    belakangan graffitti di Bandung dimotori oleh crew crew bernama FAB, MODE4 dan crew-crew kecil, yang notabene biasaya dalah mahasiswa seni rupa

    Reply :
    Betul, terimakasih kunjungannya

     
  8. Aom Krisdinar

    January 30, 2011 at 9:05 am

    Mas ardi, di yogja…malah lebih kreatif and nyeni yah…?

     
  9. ardianzzz

    January 26, 2011 at 3:47 am

    Di Jogja juga ada loh…🙂

     
  10. Aom Kris

    December 12, 2010 at 3:17 am

    @ Dzulfikar : grafiti yang panjang dan besar ada di Jl. Siliwangi…

     
  11. dzulfikar akbar

    December 12, 2010 at 2:55 am

    .bikin lebih besar lagi..hehehe!!!…………

     
  12. dzulfikar akbar

    December 12, 2010 at 2:52 am

    .grafiti di bandung tuh…bagus.ada yag beasar.SALUT.!!!

     
  13. Aom

    October 25, 2010 at 12:33 am

    mesti khusus menyediakan tembok super lebar buat grafiti…pasti menarik.

     
  14. Yari N K

    October 25, 2010 at 12:08 am

    Kalo graffitinya berseni tinggi dan beretika mungkin akan menjadi hiasan kota yang cukup menarik, namun kalau cuma corat-coret nggak jelas, ah rasanya malah jadi lebih mirip vandalisme…

     

Jangan lupa tulis komentar....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: