RSS

Siswa masih bingung pada Ujian Nasional

01 Dec

Masih gamangnya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2010 menyusul ditolaknya kasasi pemerintah oleh Mahkamah Agung membuat siswa bingung. Meski tetap belajar seperti biasa, namun secara psikologis situasi ini telah mengganggu siswa.

“Jujur saja kami bingung, ada tidak UN tahun depan,” kata Riana Yaumul Azmi, salah satu siswa SMAN 9 Kota Bandung saat syukuran “Kemenangan Gugatan Ujian Nasional”, Rabu (25/11), di Gedung Indonesia Menggugat, Jln. Perintis Kemerdekaan Bandung.

Menurut Riana, secara tidak langsung kondisi ini telah membuat para siswa ikut memikirkan hal yang seharusnya tidak dipikirkan oleh siswa. “Saya juga yakin semua teman-teman yang ikut bimbingan belajar rela bayar hingga jutaan tujuannya hanya satu, yakni bisa lulus UN. Jadi menurut kami, tidak adil jika selama tiga tahun kami belajar di sekolah tapi hanya ditentukan dalam sepekan,” ujarnya.

Siswa lainnya, Lutfi Oktavian mengatakan, UN boleh-boleh saja diselenggarakan asalkan tidak lagi menjadi syarat kelulusan. Sebab menurut dia sekolah jauh lebih tahu kemampuan siswanya karena telah membimbing selama tiga tahun. “Menurut saya tidak bisa hanya ditentukan dalam beberapa hari saja melalui UN,” ucap siswa SMAN 12 Kota Bandung ini.

Sementara itu, wakil Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Dedi Gustiar mengatakan, pemerintah harus secepatnya menindaklanjuti keputusan MA ini. Sebab UN merupakan bentuk mal praktik di dunia pendidikan. “Bukannya kami tidak mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, tapi jangan jadikan UN sebagai tolak ukur kelulusan siswa,” ungkapnya.

Dedi juga menuturkan, ditolaknya kasasi pemerintah oleh MK merupakan pembelajaran hukum bagi pemerintah SBY. “Gugatan warga negara bisa dimenangkan oleh MA, sekarang pertanyaannya mau tidak SBY menegakkan hukum yang telah ditetapkan MA ini,” tuturnya.

Sementara itu, Sekjen Federasi Guru Independen Indonesia Iwan Hermawan mengatakan dengan adanya keputusan MA tertanggal 14 September 2009 pemerintah harus membatalkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 75 yang mengatur tentang UN 2010.

Penyelenggaraan ujian akhir dan penentuan kelulusan peserta didik pun sudah semestinya dikembalikan kepada guru dan satuan pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam UU Sistem Pendidikan Nasional.

“Pemerintah harus terlebih dahulu meningkatkan kualitas guru, sarana dan prasarana, serta akses informasi yang lengkap ke seluruh daerah sebelum mengeluarkan kebijakan UN. Maka sudah saatnya UN dihentikan sampai ketiga aspek ini dipenuhi,” ungkapnya.

Iwan menambahkan, syukuran yang diselenggarakan bertepatan dengan hari guru nasional yang diperingati setiap 25 November ini juga diselenggarakan secara serentak di beberapa wilayah di Indonesia. Di antaranya Aceh, Lampung, Makassar, Medan, Jakarta, Balikpapan, dan Bandun

Sumber :  Pikiran Rakyat online Rabu, 25 November 2009

 
2 Comments

Posted by on December 1, 2009 in Pendidikan

 

Tags:

2 responses to “Siswa masih bingung pada Ujian Nasional

  1. Kang Aom

    December 9, 2009 at 7:34 pm

    UN boleh saja cuma tidak untuk syarat kelulusan…

     
  2. Yudhistira

    December 5, 2009 at 4:11 pm

    hahaha.. gak jelas toh.

    tapi mending UAN tetep diadain, kalo ga kualitas pendidikan bakal makin menurun aja nih🙂

     

Jangan lupa tulis komentar....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: