RSS

Bandung Creative City – Bandung Kota Kreatif

03 Apr

Istilah industri kreatif banyak dibicarakan dan telah menjadi gelombang keempat setelah era pertanian, era industri dan era ˜informasi. Dilihat dari kiprahnya Bandung lebih bisa masuk kedalam kota kreatif dibanding kota budaya, karena perkembangan industri kreatif yang sangat beragam seperti musik, arsitektur, fashion, desain grafis, bahkan kuliner. Bandung adalah salah satu cikal bakal kota kreatif yang diharapkan mampu untuk berkembang dengan baik, dibanding kota yang berbasis kota budaya seperti Yogya atau Bali.

Anggapan ini tidaklah berlebihan karena dunia internasionalpun mengakui hal ini dengan dicanangkannya Proyek Bandung Creative City (BCC) yang akan berlangsung selama tiga tahun atas dukungan dari Pemerintah Pusat dan lembaga dunia. Bandung terpilih sebagai proyek percontohan se-Asia Timur yang pencanangannya telah dilakukan di Tokyo Jepang.

Dalam sebuah pertemuan di Yokohama, Ridwan Kamil (arsitek/urban planer, URBANE) pernah menyatakan bahwa dengan segala potensi yang dimilikinya, kota Bandung telah mendapatkan penghargaan dan menjadi bagian dari jaringan pengembangan kota kreatif yang menghubungkan beberapa kota semisal Bangkok, Singapura, Kuala Lumpur, Manila, Hanoi, Hong Kong, Taipei, London, Auckland, Istambul, Bogota dan Glasgow. Sampai tiga tahun ke depan, kota Bandung akan menjadi proyek percontohan pengembangan kota kreatif se-Asia Pasifik.

Hal ini pertama kali diungkap dalam seminar International Education & Employability – Developing the Creative Industries yang diselenggarakan oleh British Council di Bandung pada tanggal 29 s/d 31 Oktober 2007. Dalam pameran Bandung Creative Showcase yang diselenggarakan di Common Room pada waktu yang sama, beberapa delegasi seminar tersebut bahkan menyatakan bahwa mereka harus belajar dari pengalaman kota Bandung yang dapat mengembangkan aktifitas ekonomi kreatif yang berbasis komunitas dan peran usaha kecil dan menengah (UKM).

Apa yang terjadi di kota Bandung bisa jadi merupakan kasus unik yang hanya bisa terjadi di negara berkembang. Hal ini tentunya merupakan sebuah contoh bagaimana kreatifitas betul-betul mampu menjadi pemicu gelombang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan ini. Namun banyak hal yang harus ditata jika ingin Bandung benar-benar menjadi kota jasa yang kreatif.  Tidak hanya mempermudah pemberian izin, tapi juga   membenahi infrastruktur yang ada sehingga memadai. Salah satunya, dengan pembangunan dan perbaikan jalan. “Bagaimana bisa menjadi kota jasa jika masih banyak ruas jalan yang rusak dan kemacetan terjadi di mana-mana,”

Hal apa saja yang membuat Bandung layak mendapat predikat kota kreatif? Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang kota kembang ini:

1. Industri Fashion
kosmo-foBandung dijuluki sebagai Paris Van Java yang merujuk pada kota Paris yang menjadi kota mode dunia. Bedanya, “Paris” yang satu ini ada di pulau Jawa. Hal ini bukan isapan jempol semata. Selain alamnya yang indah, tujuan wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang ke Bandung juga untuk berburu fashion dan wisata kuliner. Hanya sedikit kota di Indonesia yang menjadi tujuan wisata karena fasilitas belanjanya yang beragam. Desain toko yang unik dan tematik hingga detail nuansa alam memberikan pengalaman tersendiri dalam berburu fashion di kota Bandung. Pelaku bisnis factory outlet (FO), clothing company (CO), hingga distribution store (Distro) terus tumbuh dengan income bulanan yang besar. Sebut saja kawasan Dago dengan puluhan fashion outlet yang selalu dipadati pengunjung. Kawasan lain seperti Riau dan sekitarnya juga tidak pernah sepi dari pengunjung.

2. Industri Desain
fo-bandungIndustri desain memiliki kaitan erat dengan industri fashion. Salah satu faktor yang menguatkan eksistensi Bandung sebagai kota mode adalah kekuatan desain pada industry fashion-nya. Desain-desain kreatif dan unik itu pada perkembangannya menular kepada produk-produk lain dan tidak lagi terbatas pada fashion. Karena itu, kita juga dapat menemui desain-desain khas dalam bisnis kerajinan tangan, café, taman kota, dan lain sebagainya.

3. Industri Musik

dago-ngamen1Industri musik sudah sangat dekat dengan Bandung. Banyak musisi asal kota ini mendapat tempat dihati penikmat musik tanah air. Sebut saja Noah, The Changcuters, SM*SH, Gigi, /Rif,U-Camp, The Titans, Kahitna, Pas Band, dan beberapa band besar lainnya berasal dari Bandung. Jangan lupakan juga music indie yang juga melengkapi atmosfir musikalitas warga Bandung. Mocca, Pas Band, Pure Saturday, The S.I.G.I.T,

 

Burger Kill, Rocket Rockers, dan Bottle Smokers adalah para musisi dengan talenta luar biasa yang tidak berasal dari major label. Musik Indie masih sangat indentik dengan Bandung, meski kota lain seperti Jakarta dan Yogyakarta juga sudah mulai mengenalkan diri.

Meski brand association terhadap kota Bandung adalah image kota kreatif, hal ini masih belum terpetakan dengan baik dan belum dikelola dengan maksimal. Banyak pekerjaan rumah yang masih harus dilakukan agar citra tersebut tidak perlahan memudar. Dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat masih terus dibutuhkan. Tidak jarang para pelaku industri kreatif memilih hijrah ke Jakarta demi akses, infrastruktur, dan penghargaan yang lebih baik. Pada akhirnya, predikat kota Bandung sebagai kota kretif akan ikut terancam.

Creative City bisa jadi merupakan salah satu penggerak dinamika kota.  Saat ini Bandung sudah mampu menciptakan indicator pergerakan ekonomi dengan kreatifitasnya yaitu weekend traffic jam syndrome, yang terjadi di Jalan Cihampelas, Dago, Dipenogoro dan lain-lain. Bandung masih mampu menunjukkan kualitasnya sebagai gudang orang-orang kreatif. Semoga perkembangan kreatif ini didukung dengan manajemen hasil kreatif.  Warga Bandung yang terkenal kreatif dibidang fashion, music khususnya kelompok band sebaiknya di dukung  dengan fasilitas tempat dan pusat pengembangan kreatifitas yang memadai. Karena jika tidak akan terjebak pada pada jenis musik band dan hasil kreatifitas yang seragam dan masal yang terkesan murahan dan dijual secara kodian. Jebakan ini tentunya harus dihindari melalui penghapusan kreativitas latah sekecil apapun. Apabila hal ini dapat terwujud maka keragaman kelompok band, design, pusat kuliner dan kawasan display hasil kreatifitas barudak Bandung akan semakin panjang  antriannya.  Semoga !


 
1 Comment

Posted by on April 3, 2009 in Sosial

 

Tags: , , , , , , ,

One response to “Bandung Creative City – Bandung Kota Kreatif

  1. Yari NK

    May 23, 2009 at 10:38 pm

    Siip deh. Tapi mudah2an Bandung ke depannya juga bukan hanya kreatif di bidang seni, tetapi juga kreatif dalam pengembangan engineering dan juga kreatif dalam pemecahan problematika2 sosial, pasti jauh lebih yahud lagi deh…..

     

Jangan lupa tulis komentar....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: