RSS

Ekonometrika Cinta Adam Smith dalam Praktek

13 Apr

Posting ini terdorong oleh respon dari Kang (Teteh ?) Norie atas posting saya terdahulu tentang Hukum Newton dalam praktek. Namun bagaimanapun saya tidak bermaksud sedikitpun merendahkan Hukum yang sudah susah payah disampaikan oleh Ki Isaac Newton . Begitu pula dalam posting ini, saya hanya mencoba mengadaptasi asumsi tentang manusia yang selalu berfikir rasional sehingga perilakupun bisa di analisis melalui alat (tools) bersifat matematis. Tentunya kuantifikasinya akan sangat bergantung pada variable dan indicator yang digunakan oleh masing-masing orang yang ingin mempraktekkannya. Seperti halnya kita harus setuju ketika juri menetapkan juara ratu kecantikan atau pop singer dengan jumlah skore yang katanya relative.

Pada dasarnya “ekonometrika” diawali oleh petuah Ki adam Smith (1723-1790) dalam bukunya The Theory of Moral Sentiments, (1759), yang menyatakan bahwa manusia adalah “manusia ekonomi” (homo economicus). Pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang selalu berorientasi pada kepentingannya sendiri, (self-interest) . Menurut saya kejeniusan (atau kecerdikan) Adam Smith terletak pada penarikan asumsi bahwa manusia selalu berpikiran rasional. Karena rasional itulah maka manusia selalu berusaha memperoleh nilai kepuasan maksimum atas cinta yang diberikan pasangannya, karena menganggap semua cinta yang diberikan oleh pasangannya itu diperoleh dengan “biaya” dan korbanan yang telah dia keluarkan. Sifat manusia selalu ingin untung sendiri (self interest) yang terkandung didalamnya hasrat ( nafsu ) melalui cara korupsi dan perkosaan/hasrat seks/membunuh juga diungkap secara lebih santun oleh Sigmund Freud sebagai pikiran bawah sadar manusia (he he he…he).

Kadar cinta yang diterima adalah fungsi dari korbanannya atau jumlah cinta yang diterima sangat bergantung pada jumlah korbanan yang dikeluarkan. Secara matematis dinyatakan :

Y = f (Xi) dimana,

Y = jumlah cinta yang diterima dan

Xi = jumlah dari setiap korbanan (X1, X2, X3…Xn)

Bentuk fungsi yang dipilih tergantung pada situasi dan kondisi masing-masing orang dan lamanya anda berhubungan.

Pada tahap awal perkenalan (elementary) biasanya fungsi persamaan antara Jumlah cinta yang diperoleh dengan jumlah korbanan berbentuk :

Linier Y = a + bX, dimana a = intersep, artinya tanpa mengeluarkan korbanan apapun telah memperoleh cinta dari pasangannya, b = koefisien yang menentukan seberapa besar perubahan Cinta yang diperoleh ketika menambah jumlah korbanan.

Pada tahap pacaran (middle) fungsi persamaannya berbentuk parabolik Y = a + bX – cX^2. Dalam tahap ini sudah mulai hati-hati dalam menggunakan jumlah korbanan, karena bisa jadi penambahan jumlah korbanan justru menurunkan jumlah cinta yang diperoleh.

Pada tahap perkawinan (advance) fungsi persamaan lebih rumit dan harus mempertimbangkan interaksi antar korbanan yang dikeluarkan. Biasanya menggunakan fungsi ekponensial :

Y = aX1^b1. X2^b2. X3^b3. …Xn^bn

Namun dengan bantuan logaritma persamaan itu dapat berubah menjadi linier, sehingga dapat dihitung dengan analisis regresi ganda (multiplier regression)

Fungsi/persamaan cinta ini sangat penting dipahami oleh orang yang sedang mencoba menjalin hubungan cinta dengan orang lain karena merupakan syarat keharusan (necesery condition). Artinya untuk memperoleh cinta, orang harus mengeluarkan korbanan antara lain : Wakuncar (X1), Nganter Jalan-jalan (X2), Entertainment (X3), Pakaian (X4), Ongkos bis/taksi/beca/ojeg (X5) … Xn = dan lain-lain.

Pemahaman terhadap fungsi cinta bagi orang yang sedang pacaran tidaklah cukup, karena bagaimana pun, apabila seseorang menetapkan untuk menjalin hubungan asmara bertujuan memperoleh kepuasan (keuntungan) cinta yang maksimum dari pasangannya (asumsi rasionalitas manusia Adam Smith) dan disebut sebagai syarat kecukupan (sufficient condition). Dan yang paling penting karena korbanan yang digunakan untuk memperoleh cinta juga tidak gratis. Oleh sebab itu jumlah penggunaan korbanan harus diatur sedemikian rupa agar efisien.

Kita sudah maklum, definisi keuntungan adalah selisih antara Nilai cinta yang diterima dengan biaya korbanan atau

Pi = Penerimaan – Biaya secara matematis dinyatakan :

Pi = Hy . Y – Hx .Xi, dimana

Pi = Keuntungan /kepuasan cinta

Hy = Harga Cinta ,

Y = Jumlah Cinta yang diterima,

Hx = Harga korbanan,

Xi = Jumlah korbanan

Secara matematik untuk memaksimumkan keuntungan cinta maka “turunan pertama” fungsi keuntungan cinta harus sama dengan nol : dengan demikian persamaan nya adalah sebagai berikut :

dY/dX = Hy . dY/dX – Hx = 0 atau

Hy. dY/dX = Hx, atau

Nilai Cinta Marjinal (NCM) = Biaya Cinta Marjinal (BCM) atau NCM/BCM = 1, dengan demikian seseorang harus memperhatikan apakah perbandingan antara Nilai korbanan dengan Nilai Cinta yang diperoleh sudah sebanding atau belum ? Singkatnya :

Apabila : NCM/BCM < 1 jumlah korbanan harus dikurangi

NCM/BCM = 1 jumlah korbanan harus tetap dipertahankan

NCM/BCM > 1 Jumlah korbanan harus ditambah

Perlu diingat, untuk meningkatkan keuntungan cinta tidak selamanya dengan menambah korbanan karena bagaimanapun cinta akan mengalami Hukum Tambahan Cinta yang Semakin Menurun (The Law of diminishing return of Love). Hal ini terkait dengan sifat korbanan yaitu semakin banyak korbanan yang digunakan akan semakin menurunkan produktivitas korbanan tersebut dalam memperoleh cinta. Oleh sebab itu gunakan jumlah korbanan seoptimal mungkin agar efisien. Untuk mengetahui berapa jumlah korbanan yang harus ditambah atau dikurangi dengan tepat, kita harus menggunakan metode perhitungan Linier programming atau matematik Langrange multiplier yang mempertimbangan berbagai keterbatasan potensi jumlah korbanan pada seseorang yang akan menjalin hubungan cinta.  

Penetapan harga cinta (Hy) bergantung pada hukum supply –demand cinta di suatu tempat. Pada kawasan yang penawaran cintanya banyak, cenderung harga cinta menjadi rendah, begitu pula sebaliknya. Skala harga cintra bisa ditetapkan dengan skala 1 s.d 100

Apabila semua orang berfikiran matematis seperti diatas maka negara akan mencapai keseimbangan penuh cinta (full employment level of activity) secara otomatis ada tangan yang mengaturnya (invisible hand, seperti yang mas norie katakan). Tidak pernah terjadi inflasi cinta atau deflasi cinta.

Perhitungan ekonometrika cinta adalah alat (tools), agar tidak kehilangan arah untuk mengambil keputusan rasional. Ketrampilan mengkuantifikasi fungsi cinta perlu terus dipahami bagi seseorang yang akan mengkalkulasi hubungan cintanya.

 
4 Comments

Posted by on April 13, 2008 in Tips & Trick

 

Tags: , , ,

4 responses to “Ekonometrika Cinta Adam Smith dalam Praktek

  1. Rabbani

    June 23, 2008 at 4:15 am

    Tulisan bagus kang, cuman cinta pada praktiknya hingga hari ini sering kali tidak mengalami keseimbangan karena semua orang gak befikir secara sistimatis yg Adam Smith dan juga ternyata dalam pasar banyak Visible Hand yg ikut campur dan menganggu arah keseimbangan. Adakah yg enggak bener Kang, persamaan matematisnya atau variable matematisnya.

    Reply :
    Saya setuju banyak orang (termasuk mhs) khususnya di negara kita yang tidak pernah berfikir sistematis dalam menjalin hubungan silaturahmi dan cinta. Katagori variabel cinta pun tercampur aduk baik yang visible (kelihatan)maupun yang invisible (tidak kelihatan) yang akhirnya tawuran. Ekonometrika hanya sebuah model, sedang variabelnya, sangat bergantung pada orang yang mau menggunakan model itu. Saya yakin keseimbangan cinta antar dua orang, kelompok,etnis, bangsa akan terjadi sepanjang variabel yang digunakan sudah tepat. Pertanyaannya apa variabel yang tepat itu ?

     
  2. hmcahyo

    April 16, 2008 at 6:09 am

    haduh…. nilai matematika saya pas ebtanas dulu cuman 4😦

    jadi nggak nyambung blas,,,,😦

    salam jah dari malang🙂

    http://hmcahyo.wordpress.com

    Reply :
    Wah…matematik cuma alat kok, kalao nggak cocok bisa ganti alat toch ?
    Salam kembali…..! Pengen sekali-kali ke Malang katanya sejuknya kaya Bandung yach ?

     
  3. ardianzzz

    April 15, 2008 at 4:45 am

    jujur.. saya terlalu bodoh tuk mengerti

    Reply :
    nggak usah khawatir saya nulis itu juga nggak jujur kok

     

Jangan lupa tulis komentar....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: