RSS

Dilema mengembalikan buku pinjaman

11 Apr

Ketika dalam kesendirian dan tidak ada sesuatu yang perlu dikerjakan, maka teman yang paling menyenangkan saat itu adalah buku. Buku yang dibaca bisa novel, majalah, textbook atau hanya buku Teka Teki Silang (TTS). Saking dibutuhkannya buku untuk dijadikan teman, biasanya di tempat dimana orang sering menunggu (halte, stasiun, rumah sakit) selalu ada penjual buku atau majalah. Jenis buku dan majalah yang dijualpun beraneka ragam mulai dari majalah psikologi populer, gossip, masak memasak, berita sampai majalah seksi dan hot pun ready for buy and use. Dus, kita tinggal milih jenis buku mana yang akan dijadikan teman menunggu kita.

Bagi sebagian orang buku bukan hanya sekedar teman iseng, tapi statusnya ditempatkan pada posisi yang lebih terhormat yaitu sebagai sebagai gudang ilmu. Bagi yang berprofesi dosen atau guru buku malah dijadikan sebagai barang modal dan investasi, karena dengan menyitir beberapa kalimat dari buku terbarunya didepan kelas dapat meningkatkan kredibilitasnya sebagai seorang guru atau dosen. Selanjutnya murid/mahasiswa disuruh membaca sendiri diperpustakaan sambil memberi tugas kepada mahasiswanya untuk membuat makalah. Bagi para politikus atau aktivis social tentunya membaca buku merupakan santapan sehari-hari yang dapat digunakan sebagai referensi argument ketika berdebat dengan lawan politiknya.

Bagi WTS (Wartawan Tanpa Surat Kabar) memiliki koleksi buku adalah keharusan agar rangkaian kalimat dalam artikel yang dtulisnya tidak “intuneuh” (monoton ?). Ketika jadi anak kuliahan dulu saya pernah mengikuti pelatihan “Jurnalistik” dan tugas pertama yang diberikan instruktur adalah menuliskan judul buku /majalah/Koran yang pernah dibaca dalam 1 bulan terakhir ? ( walah…! Besuk ke perpustakaan aja jarang ..euy !).

Nasib dan status buku tenyata tidak selalu menyenangkan karena terkadang buku malah hanya sekedar sebagai hiasan di ruang tamu, jangankan dibaca, disentuhpun sangat dilarang (the untouchable). Padahal buku yang dapat memberikan informasi apapun yang ingin kita ketahui itu dibeli dengan harga jutaan rupiah. Ada yang lebih menyedihkan lagi, buku yang disusun berdasarkan hasil penelitian dengan biaya ratusan juta bahkan miliar rupiah, malah disimpan dalam lemari yang dibuka setahun sekali, itupun untuk kepentingan penyusunan anggaran atau cuma ditumpuk begitu saja (waalah). Saking banyaknya tumpukan buku hasil penelitian, ada anekdot bahwa sebenarnya Indonesia mampu mencapai bulan seperti halnya bangsa Amerika. Kalau Amerika sampai di bulan dengan menggunakan pesawat Roket Apollo 11, maka Indonesia mampu mencapai bulan dengan hanya memanjat tumpukan buku hasil penelitian.

Terkadang buku juga seperti selebritis, dicari oleh semua orang, hingga akhirnya diberi gelar “The best seller” (kalau dalam film “box office” kali yah..?). Nah… karena gelar itulah bukunya jadi agak mahal. Bagi orang yang penasaran ingin baca tapi nggak punya duit untuk beli atau mungkin males belinya, maka meminjam adalah jalan yang terbaik. Masalah kemudian muncul karena orang yang meminjam buku tidak juga mengembalikan buku pinjamannya. Padahal berdasarkan perhitungan waktu mestinya buku yang dipinjam itu selesai dibaca. Oleh sebab itu pepatah ini jadi ngepas buat orang yang suka baca buku :

“Orang yang meminjamkan buku pasti orang Bodoh, tapi orang yang mengembalikan buku pinjaman pasti orang Goblok”

 
2 Comments

Posted by on April 11, 2008 in Sosial

 

Tags: ,

2 responses to “Dilema mengembalikan buku pinjaman

  1. indra kh

    April 22, 2008 at 10:38 am

    Ada guyonan cenah. Buku itu nomor satu dan istri nomor duah. Kalau istri saja tidak dipinjamkan apalagi buku😀

     

Jangan lupa tulis komentar....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: