RSS

Anak Jalanan Kota Bandung Semakin Mengkhawatirkan

14 Mar

Kondisi ekonomi saat ini telah banyak menimbulkan permasalahan sosial, yang menggejala secara simultan di berbagai kota-kota di Indonesia, termasuk di kota Bandung. Salah satu permasalahan sosial tersebut ditandai dengan adanya fenomena semakin maraknya pengamen-pengamen jalanan dan pedagang asongan di setiap perempatan jalan. Kehadiran dan keberadaan mereka diakui banyak kalangan sudah semakin tidak terkontrol, dan menimbulkan berbagai dampak negatif yang mau tidak mau juga dirasakan oleh masyarakat luas. Tengok dan rasakan tatkala kita berhenti di persimpangan jalan . Anak-anak mondar mandir dengan berbagai tingkah lakunya, membuat kita terenyuh dan sedih , ternyata masih banyak anak-anak bangsa kita yang hidupnya penuh dengan ketidakpastian masa depan.

Apa yang menjadi titik tolak permasalahan pengamen jalanan dan pedagang asongan ini adalah adanya peningkatan secara kuantitas yang bersifat sporadis, serta lambannya penanganan dan penanggulangan yang seharusnya dilakukan. Padahal dengan membiarkan menjamurnya kehidupan jalanan seperti ini, berarti kita harus menerima kenyataan yang cukup riskan : menumbuhkan benih-benih premanisme,  dan terganggunya kenyaman pemakai jalan raya, terbengkalainya pendidikan anak-anak tersebut, mengundang pola urbanisasi yang tinggi, serta mendorong tindakan-tindakan kriminal di jalan raya.

Apabila dikaji lebih mendalam, peningkatan jumlah anak-anak jalanan disebabkan oleh “daya tarik” di jalan raya. Artinya mereka sudah memiliki pemikiran, bahwa jalan raya adalah lahan kehidupan mereka. “Daya tarik” dan pola pikir yang terbentuk, serta belum terpenuhinya program-program penanggulangan dalam mengatasi anak-anak jalanan, menjadi semacam katalisator dalam peningkatan anak-anak jalanan secara kuantitas.

Hal yang paling penting dalam menanggulangi permasalahan anak-anak jalanan ini adalah adanya pengalihan profesi mereka, dari profesi-profesi liar di jalanan pada profesi yang lebih terorganisir (Organized Placement). Melalui pengalihan profesi ini diharapkan jumlah mereka dapat berkurang secara bertahap.

Berpijak dari persoalan dan kondisi yang ada, setidaknya ada beberapa faktor yang mesti dicermati :

Pertama, keberadaan anak-anak jalanan tersebut sudah dalam suatu format untuk mencari penghidupan (baca : uang) di jalanan sehingga mereka mempunyai anggapan bahwa uang akan dengan mudah mereka dapatkan di jalanan.

Kedua, sifat kehadiran dan keberadaan mereka dijalan sangat tidak terpola (unorganized) yang diikuti oleh terbentuknya profesi-profesi liar yang dapat menimbulkan dampak –dampak yang negatif.

Ketiga, belum adanya program yang terarah dan konkret dalam menanggulanginya. Program tersebut harus bersifat permanen, artinya mereka harus dialih profesikan secara terorganisir (organized placement), dengan menyediakan lapangan kerja baru agar mereka tidak tertarik untuk kembali ke jalanan. Hal ini sangat penting agar tidak terbentuk proses internalisasi profesi liar dan kehidupan jalanan dari anak-anak tersebut.

Keempat, adanya ikatan secara psikografis antara anak-anak jalanan dengan jalan raya, sehingga tidak mudah untuk memisahkan begitu saja ikatan tersebut. Perlu adanya semacam program yang masih memberikan keleluasaan bagi mereka melalui aktivitas yang bernuansa “jalanan”.

Kelima, belum terbentuknya “good will” dari semua unsur untuk mengatasi permasalahan pada tingkat yang lebih riil. Artinya dalam menanggulangi persoalan anak-anak jalanan harus ada kemauan yang kuat dari semua pihak dan masyarakat luas, untuk berpartisipasi dalam pelaksanaannya.

Semoga kelima factor yang perlu dicermati tersebut memberikan inspirasi bagi teman-teman yang peduli pada anak jalanan untuk diterjemahkan dalam bentuk program riil yang aplikatif di lapangan.

 
15 Comments

Posted by on March 14, 2008 in Sosial

 

Tags: , ,

15 responses to “Anak Jalanan Kota Bandung Semakin Mengkhawatirkan

  1. Lydia Christina R

    September 8, 2011 at 9:34 am

    kang, aku pengen ngebantu ngajarin ato ngasih pembelajaran buat anak-anak jalanan, biar seenggaknya anak-anak seperti mereka bisa baca, nulis sama ngitung. tapi sayangnyaa aku gatau dimana tempat mereka kumpul. kalo tau kasih tau aku yaa. via email @ lydiachristina42@yahoo.com

     
  2. Aom Kris

    March 21, 2011 at 8:03 am

    @ Brian : Saya sarankan
    1. kelompokkan anak-anak berdasarkan umurnya. karena penanganannya akan berbeda berdasarkan kelompok umurnya.
    2. Perlu disiapkan relawan cukup banyak
    3. Lalukan pendidikan formal di seputar jalan tempat mereka mangkal.
    4. Hambatannya adalah mereka harus memenuhi target pendapatan perhari oleh orang tua atau koordinatornya, sehingga konsentrasi belajar mereka sedikit terganggu.

     
  3. Anonymous

    March 20, 2011 at 11:21 pm

    Moga pemerintah merespon.

     
  4. brian

    February 5, 2011 at 6:26 am

    kang, sayaa mau minta saran. saya dari GMKI cab Bandung lg ngembangin program kerja khusus pemberian pendidikan (informal) bagi anak jalanan.
    minta saran dong kang, dimana saya bisa nemuin anak jalanan yang bersedia untuk diajar dan kira-kira hambatan/halangan apa saja yang akan saya alami apabila saya mengembangkan program kerja ini. terima kasih banyak ya kang.

     
  5. Mawardi

    April 13, 2010 at 1:44 am

    Salam kenal kang, Bandung ternyata anak jalanan belum tertakani dengan baik ya, bagaimana ini bupati, gubernur dimana bapak berada

    dari kang aom :
    Salam kenal kembali, terimakasih mau berkunjung. Kita prihatin, karena penanganan anjal kota Bandung masuk pada kebijakan K-3 (Kebersihan-keamanan-ketertiban), anjal juga manusia….yang butuh pertolongan manusiawi.

     
  6. dian

    April 10, 2010 at 2:21 am

    artikel yang sangat menarik kang…
    saya termotivasi untuk menjadi relawan pengajar bagi anak jalanan d bandung…
    tapi saya kurang tahu tempat mereka,,
    yang mau saya tanyakan apakah sudah ada organisasi yang membimbing mereka untuk belajar…?
    jika ada dmn tempatnya…?
    saya ingin bergabung…

    terimakasih atas infonya…

    Dari Kang Aom :
    Terimakasih dian. Memang sudah ada Lembaga Swadaya Masyarakt yang mencoba menolong mereka, Karena begitu peliknya masalah yang dihadapi oleh anak jalanan, sebaiknya…kita harus memetakan permasalahannya agar kita bisa mengambil salah satu fokus pemecahan masalah anak jalanan. Coba hubungi Kang Aep atau Kang Frido (kontaknya bisa dilihat di tanggapan komentar diatasnya)

     
  7. fitri

    April 9, 2010 at 1:15 am

    kang….
    artikellnya sangat menarik…

    kang..mau tanya….
    kalau remaj perempuan komunitas jlanan(nak.jlanan) masih peduli virginitas gak ya…???
    kira2 brpa% yach yg masih pduli trhadap hal itu…..???

    Kang Aom :
    Saya sendiri belum pernah melakukan penelitian tentang itu, namun beberapa referensi dan hasil diskusi dengan teman-teman relawan, anak jalanan sangat rawan mengalami pelecehan seksual. Kita selayaknya ikut prihatin atas nasib mereka.

     
  8. nadia

    April 1, 2010 at 4:34 am

    saya mau tanya kalo untuk kasus2 (kronologis kasusnya) yang pernah terjadi pada anak jalanan di Kota Bandung,carinya dimana ya?trimaksih

     
  9. nadia

    April 1, 2010 at 4:33 am

    kronologis kasusnya,untuk skripsi..

     
  10. nadia

    April 1, 2010 at 4:29 am

    saya mau tanya kalo untuk kasus2 yang pernah terjadi pada anak jalanan di Kota Bandung,carinya dimana ya?trimaksih

     
  11. Niken

    November 10, 2009 at 11:14 am

    thanx bwdz artikelnya, berguna bgdz bwdz ngerjan tgs yg semakin menumpux…
    Hehehe…
    n_n

    Dari kang aom :
    sama-sama, mudah-mudahan tugasnya cepet selesai

     
  12. Olivia

    March 17, 2009 at 12:45 pm

    artikelnya bagus banget……..
    kebetulan saya ada tugas dari sekolah…..
    untuk mencari artikel tentang…..
    “ANAK JALANAN KOTA BANDUNG”
    ♥COMMENT BY OLIVIA IKA / MARET 17,2009

    Dari kang Aom :
    Terimakasih….mudah-mudahan membantu

     
  13. Aep Rusmana

    January 22, 2009 at 12:00 am

    uih tulisannya enak dibaca kang. diantara program peduli anak jalanan di kota bandung memang masih terbatas pada program sesaat kang. alih fungsi jalanan jadi tempat bermain sekaligus mencari nafkah anak dan keluarga masih terus terjadi. metode yang perlu dicari, kontrol sosial yang terintegrasi (integratif social control) di lingkungan sosial. salah satu entri pointnya mengembangkan komunikasi antarpribadi dan dinamika kelompok efektif. perwujudan metode ini masih dicari nih kang…semoga cepat ketemu

    Dari Kang Aom :
    Kekhawatiran kita adalah terdapat kecenderungan bahwa persimpangan/jalanan bukan hanya sekedar untuk mencari uang tapi sudah merupakan rumah dan habitat mereka. Dari hasil temuan sebagian anak jalanan adalah generasi ketiga yang hidup dan mencari nafkan di jalan setelah kakek dan orangtuanya. Namun yang paling dikhawatirkan adalah anak-anak tersebut sangat beresiko menjadi korban kekerasan dan penyimpangan seksual. Oleh sebab itu, saya setuju jika pendekatan masalah anak-anak jalanan tidak hanya oleh pendekatan ekonomi tapi juga pendekatan psikologis sosial….yang tidak sesaat. Dan saya berharap metode aplikatifnya cepat terumuskan…. Hatur nuhun…

     
  14. lusi

    January 12, 2009 at 10:44 am

    saya wartawan dari majalah otonom, kebetulan bulan ini ingin mengangkat masakah tentang anak jalanan di kota bandung. untuk narasumber yang capable untuk dimintai pendapat siapa n no kontaknya berapa ya?

    Dari Kang Aom :
    1. Nara sumber praktis coba anda hubungi Lembaga Advokasi Kerakyatan (LAK)/GKGG Laksaketi Contact Person Kang Fredo : 081220662010 atau 081573447488.
    2. Nara sumber akademis (psikologi sosial anak jalanan) coba hubungi Kang Aep Rusmana-STKS Bandung : 081573633768

    Teh Lusi, terimakasih kunjungannya

     
  15. trendi

    June 30, 2008 at 6:21 am

    bagus artikelnya. saya copy dan kasih link ke webblog.

    Reply :
    terimakasih atas kunjungannya

     

Jangan lupa tulis komentar....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: