• Home
  • Kontak Saya

BANDUNG intensive care

menguak tabir keterbukaan

Feeds:
Posts
Comments

Koruptor juga punya strategi perlawanan

May 7, 2009 by Kang Aom

tikus-koruptor-1

Korupsi memang sebuah fenomena yang unik. Walaupun berbagai kelembagaan yang memantau dan menginvestigasi kasus-kasus korupsi telah dibentuk, baik yang resmi dari pemerintah (BPK, KPK dan lain-lain) maupun Lembaga Swadaya seperti ICW, korupsi di Indonesia masih begitu marak.. kelembagaan yang terlibat bukan hanya eksekutif tapi juga legislative dan yudikatif.  Dari kewilayahanpun tidak ada satu provinsi, kabupaten/kota yang tidak tersentuh tikus koruptor.

tikus-koruptor-2Kepungan untuk meringkus tikus-tikus koruptor tidak hanya dengan pengerahan bala tentara pemburu yang dibentuk oleh Negara maupun swasta, tapi juga berbagai payung hukumpun telah banyak diluncurkan baik dalam bentuk UU, kepres, Inpres maupun Kepmen. Apalagi yang kurang…? Bahkan untuk memastikan bahwa bangsa Indonesia berniat memerangi para tikus koruptor, bangsa Indonesia telah menandatangi konvensi yang ditandatangi di Meksiko bertajuk “United Nations Covention Againt Corruption (UNCAC) tahun 2003. Dengan penandatanganan konvensi ini kita telah memastikan diri bahwa penyelesaian kasus korupsi akan didukung dunia Internatioanal. Sebuah keputusan yang memungkinkan para koruptor akan dikejar kemanapun dia kabur….!

tikus-koruptor-3Secara konseptual, normative dan kehendak politis pemerintah, baik pusat, maupun daerah sudah dianggap begitu sempurna, bala tentara yang dilengkapi berbagai perangkat hukum dan tekad secara konsep akan membuat gentar calon koruptor untuk mengurungkan niatnya menggerogoti keju financial negara.  Kasus Antasari ini membuat kita tersadar bahwa tikus-tikus koruptorpun ternyata punya strategi, taktik, dan metode untuk bisa lolos dengan nyaman tanpa kita sadari…

Jelas sekarang bahwa sinyalemen bahwa koruptor pun membuat strategi perlawanan adalah fakta….bukan sinyalemen..! Payung hukum, idealism dan pengamatan untuk menjerat tikus koruptor ternyata tidak cukup….Seperti halnya berperang… bala tentara dari BPK, KPK, LSM ternyata harus pula dibekali dengan pemahaman dan ketrampilan menganalisis berbagai kemungkinan dilakukannya perlawanan dari koruptor dengan strategi yang mungkin saja lebih canggih, berani dan sangat mempertimbangkan berbagai kelemahan yang ada pada bala tentara pemburu koruptor antara lain, tidak kuat melihat paha mulus…..!

Posted in Sosial, Tak Berkategori | Tagged antasari, koruptor, KPK | No Comments Yet

  • Manager Situs

    • Kang Aom
  • Jumlah Pengunjung

    • 33,027 santri
  • Pengunjung Online

  • Komentator Santri

    kang aom on Panduan Membuat Blog Gratis…
    iwanerawadi on Panduan Membuat Blog Gratis…
    chokazh on Panduan Membuat Blog Gratis…
    sura on Geng Remaja/Cross Boys dalam S…
    Kang Aom on Sweeping Radio Frekuensi …
    ubay on Sweeping Radio Frekuensi …
    Kang Aom on Komunitas Breaker 100 meter Er…
    henihenul on Panduan Membuat Blog Gratis…
    Niken on Anak Jalanan Kota Bandung Sema…
    ekoyudianto on Panduan Membuat Blog Gratis…
  • Asal Pengunjung

  • Artikel Terbaru :

    • Win Amp dan Media Player Berlirik Lagu..
    • Force Cafe Gaul di Samarinda
    • Koruptor juga punya strategi perlawanan
    • Si Penghukum Koruptor
    • Bandung Creative City – BCC
    • Sweeping Radio Frekuensi Cepemeter
    • Komunitas Breaker 100 meter Era 70-80an
  • Arsip Artikel

  • Klik tertinggi

    • en.wordpress.com/tag/tip-…
    • bandungvariety.files.word…
    • shots.snap.com/explore/91…
    • -
  • Pages

    • Kontak Saya
  • Log In

    • Log in
    • Entries RSS
    • Comments RSS
    • WordPress.com

Blog at WordPress.com.

Theme: Mistylook by Sadish.